Responsive Banner design
Home » , , » SISTIM PETERNAKAN KAMBING POTONG DAN PERAH DARI HASIL PRATIKUM

SISTIM PETERNAKAN KAMBING POTONG DAN PERAH DARI HASIL PRATIKUM



BABI
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Kambing termasuk binatang yang memamah biak yang berukuran tubuh sedang, tidak bear dan tidak kecil. Kambing tidak sama dengan domba karena ukuranya lebih kecil dan langsing  dan dibandingkan domba. Kambing memiliki jangot dan berdahi cembung. Selain itu, kambing juga memiliki telinga yang panjang, didaerah sunda, kambing sering kali disebut “embek”, sedangkan didaerah jawa orang sering menyebut wedhus. Rambut kambing berseteruktur lurus dan kasar.
Kambing yang sudah dewasa dan layak dikosumsi biasanya memiliki berat sekitar 50-55 kg untuk kambing betina, sedangkan kambing jantan 80 kg. kambing suka tinggal didaerah berbatu, seperti di pergunungan. Kambing adalah hewan yang berkembang biak dengan cara melahirkan.
B.     Tujuan
Membuat mahasiswa lebih tau  dan memahami dari meteri yang diberikan selama ini.








BAB II
SISTIM PETERNAKAN KAMBING POTONG DAN PERAH
DARI HASIL PRATIKUM
A.    Beternak Kambing
Pada awalnya beternak kambing harus diperhatikan adalah bibit yang akan diternak, dan harus sesuai dengan daerah yang dan sesuai dengan dana yang dimiliki. Si peternak kambing ini mendapatkan bibit dari daerah jawa. Keadan kambing yang diambil dari jawa untuk menuju lokasi mengalami setres. Dan dapat ditangai dengan baik. Setelah kami perhatikan kambing tersebut termasuk bibit yang bagus dan memenuhi setandar.
Dari informasi yang kami dapat pada awalnya bapak ini hanya menernak kecil-kecilan dan hanya untuk kambing potong. Setelah beberapa lama bapak peternak ini membuka wawassan dan mempunyai keinginan untuk menjadikan kambing potong dan perah. Walaupun belum termasuk peternakan kambing yang besar. Tetapi sudah dikenal didaerah pekanbaru.
B.     Perkandangan
Kandang adalah suatu tempat untuk belindungnya ternak dari panas dan hujan serta serangan dari musuh yang lain. Dari hasil penelitian kelompok kami bahwa perkandangan dari peternak kambing sudah sangat bagus. Kandang yang dimiliki adalah kandang panggung. Hal ini dimaksutkan agar limbah pemeliharan dapat dibersihkan dengan baik. Kandang yang dimiliki ada kandang individu dan kandang bebas. kandang indvidu digunakan untuk kambing bibit dan perah, sedangkan kandang bebas digunakan untuk kambing potong.
 Keadan kandang sanagt bersih dan nyaman  untuk pengunjungan. Bahan yang digunakan untuk membangun kandang memang sangat membutuhkan modal yang sangat mahal. dari kelompok kami bisa mengatakan bahwa kandang dibuat dari bahan yang sangat mahal dilihat dari posisi  kayu yang digunakan dan atap. Karena didaerah pekanbaru bahan kayu dan seng sangat mahal dibandingkan dari batu. Lokasi perkandangan sangat baik karena lokasinya sudah jauh dari permukiman masyarakat dan mudah alat transportasi untuk memasuki lokasi peternakan tersebut. Keadaan kandang tidak bau atau sangat menyengat.
Beberapa fungsi dari kandang ternak adalah :
Ø  Sebagai tempat pelindung kambing dari hewan yang memangsa atau mengganggu.
Ø  Aman dari pencuri
Ø  Mencegah kambing bekeliar dan merusak tanaman atau lahan orang lain.
Ø  Memeudahkan untuk membersihakan kandang
Ø  Memudahkan untuk melakukan perkawinan.
1.      Perlengkapan kandang
Kandang bukan tempat kosong yang untuk menampung ternak, tetapi didalamnya diperlukan untuk kesempuranan dalam pemeliharan sebagai berikut :
Ø  Tempat pakan, bentuk wadah persegi panjang agar pakan tidak tececer percuma.
Ø  Sumber air. Tempat air tidak jauh dari kandang untuk mempermudah membersihkan kandang.
Ø  Peralatan lain, yaitu semua peralatan yang diperlukan untuk membersihkan kandang seperti sapu, sikat, ember dan lain-lain.


C.     Pakan.
Pakan yang diberikan ternak kambing adalah sebagai berikut.
a.       Rumput yang diaret atau dipotong oleh peternak dari rumput liar
b.      Dedak
c.       Kosenterat yang diberiak dua hari satu kali.
Peternak akan memberikan pakan campuran dedak dan ampas tahu. Persiapan pakan jika waktu musim hujan  dan tidak sempat mengaret si peternak kambing ini menuju lahan yang sudah ditanami rumput.
D.    Kesehatan
Kesehatan pada ternak kambing ini sebagian  belum cukup sehat dan kurang perhatian tentang kesehatannya. Serta kurang tahunya untuk mengatasi penyakit pada kambing tersebut, salah satunya jika kambing teserang penyakit kembung si peternak ini langsung memotong ternak tersebut. Padahal penyakit kembung ini bias diatasi atau dapat ditangani dengan baik. inilah yang menjadi kendala bagi si peternak kambing dan menyebapkan keruguian.
            Pada kambing perah kesehatannya juga kurang bagus jika kelompok kami memperhatikan. Salah satunya teserang penyakit hepatitis atau pembengkakan pada ambing. Peternak ini sudah berusaha untuk menjadi kambingnya menjadi sehat. Salah satunya adalah memberikan pakan tambahan yaitu dedak dan ampas tahu yang bertujuan untuk menghasilkan susu yang banyak dan mempercepat pertumbuhan untuk sapi potongnya.


E.     Penakit..
Penyakit yang pernah dialami si peternak kambing potong dan perah adalah sebagai berikut :
Ø  Setres, kambing ini terserang penyakit setres disebapkan oleh pengangkutan kambing yang sangat jauh yaitu dari daerah jawa, si peternak mengatasi penyakit setres tersebut adalah dengan cara nemberi minum yang banyak dengan dicampur gula merah atau gula abang.
Ø  Kembung, kambing si peternak juga pernah terserang penyakit kembung sampai sekarang bapak peternak tersebut belum bias mengatasi penyakit tersebut kecuali dangan memotong kambing tersebut,
Ø  Kutu, penyakit kutu ini jarang dijumpai tetapi pernah terserang hanya satu ekor dan mengatasi dengan cara menyukur dan memberikan kapur pada kambing tersebut.
Ø  Mulut dan kuku, dari hasil pengamatan kelompok kami menjumpai beberapa ekor kambing yang terserang penyakit mulut.
F.      Lingkungan
Dari hasil pengamatan kelompok kami lingkungan sekitar kandang amat bersih dibandingkan dengan peternak-peternak lain yang pernak kami jumpai. suasana sangat nyaman dan penglolan peses sangat baik sehingga tidak menimbulkan bau yang sangat menyengat. Lingkungannya juga jauh dari permukiman warga atau masyarakat.



BAB III
2.1 METODE PRATIKUM
Alat dan Bahan:
·         Kambing
·         Alat tulis
·         Kartu skor penilaian kambing

Prosedur Kerja:
·         Kambing diamati selama 60 menit (1jam)
·         Nilaialah kambing yang diamati dengan cara memberi skor pada kambing tersebut.
·         Catat hasil pengamatan, dan buat laporan.
2.2 HASIL PENGAMATAN
Dari pratikum yang dilaksanakan dapat di ambil sebuah hasil pengamatan tentang penilaian terhadap kambing yang ada dipeternakan kambing didaerah Alam Raya kota Pekanbaru. Hasil Pratikum yang didapat berupa penilaian terhadap warna, tipe ternak, bentuk tubuh, tanduk, kepala, telinga, kaki, mulut, dan ekor. Yang mana nantinya akan diberikan skor pada masing-masing penilaian.

Adapun warna dan jumlah dari kambing kacang yang diamati oleh kelompok 2 adalah sebagai berikut:
  1. Coklat            = 2 ekor
  2. Hitam              = 3 ekor
  3. Putih                = 2 ekor
Sedangkan penilaian dari penampilan fisik yaitu sebagai berikut:
  1. Tubuh              : Berukuran sedang
  2. Kulit                : Terdapat luka pada kulit (berukuran kecil, hanya beberapa kambing)
  3. Telinga            : Panjang dan lentur
  4. Kaki                : Baik atau lurus, namun ada satu ekor kambing yang mengalami cacat       kaki ( pincang) 
  5. Ekor                : Pendek agak berdiri
Namun jika dimasukan dalam kartu skor penilaian kambing hasilnya sebagai berikut:
Nilai Tertinggi
Bahagian Tubuh Yang Dinilai
Betina
Jantan

5
7
A. KEPALA
Bentuk, mata, hidung, tanduk, telinga
3
15
10
3
15
4
15
15
5
12
B. BADAN
1. Leher dan bahu
2. Dada, lebar dan dalamnya
3.
Punggung dan pinggang
4. Perut
5. Kaki dan tangan
20
22
C. ANNGOTA
1. Sikap, kekuatan, besarnya persendian dan pergerakannya
5

18
6

6
D. AMBING/SKROTUM
1. Kulit dan rambut dengan nilai 3 bagi
ambing/skrotum yang berambut
panjang
2. Ambing urat darah, puting susu bagi
betina, skrotum bagi jantan
6
8
E. PENGAMBILAN SECARA UMUM
Keseimbangan di antara bahagian
tubuh


F. KEISTIMEWAAN
100
100
JUMLAH
Gambar diatas: kartu skor penilaian kambing
Tabel Penilaian Kambing kacang berdasarkan kartu skor:
Nilai
Bahagian Tubuh Yang Dinilai
Betina
Jantan

4
3
A. KEPALA
Bentuk, mata, hidung, tanduk, telinga


B. BADAN
3
5
. Leher dan bahu
13
12
. Dada, lebar dan dalamnya
11
14
 Punggung dan pinggang
3
4
. Perut
14
10
. Kaki dan tangan
17
19
C. ANGGOTA
1. Sikap, kekuatan, besarnya persendian dan pergerakannya


D. AMBING/SKROTUM
4
4
1. Kulit dan rambut dengan nilai 3 bagi ambing/skrotum yang berambut panjang
17
5
2. Ambing urat darah, puting susu bagi betina, skrotum bagi jantan



5
7
E. PENGAMBILAN SECARA UMUM
Keseimbangan di antara bahagian tubuh


F. KEISTIMEWAAN
91
86
JUMLAH

Dari tabel diatas dapat diambil suatu kesimpulan bahwa penilaian terhadap kambing yang dilakukan baik itu jantan dan betina didapat nilai yang berbeda. Dan penilaian tertinggi jatuh pada kambing betina dengan skor 91. Sedangkan kambing jantan hanya mendapatkan skor 86.

responsif